by

Keluarga Susan Atela, Guru Hononer Yang Lumpuh, Berharap Pemerintah Cover Biaya Pengobatan

Bagikan

Mypalabuhanratu.com – Keluarga Susan Atela, guru honorer di Cisolok yang mengalami lumpuh dan gangguan penglihatan setelah mengikuti vaksinasi covid-19 tahap ke 2 berharap, pemerintah bisa mengcover biaya pengobatan sepenuhnya.

Karena menurut keluarga, sebelum divaksin, Susan tidak mengalami gejala kelumpuhan dan gangguan penglihatan seperti yang dialaminya sekarang.

Pihak keluargapun tidak mempermasalahkan program vaksinnya, namun hanya ingin bantuan sepenuhnya dari pemerintah untuk mengcover biaya pengobatan sampai bisa sembuh.

Paman Susan Atela, Hopi Sulistiwa (43), yang akrab disapa Opi, mengatakan, sampai saat ini biaya yang sudah dikeluarkan keluarga untuk obat diluar BPJS mencapai belasan juta, itu belum termasuk biaya operasional pendamping.

“Memang ada obat yang dicover BPJS, tetapi ada obat yang harus dibeli secara mandiri juga diluar BPJS nah itu yang kami merasa berat, belum lagi biaya pendamping selama perawatan,” ungkap Opi kepada mypalabuhanratu.com, Senin (3/05/2021).

Opi yang juga Kepala Dusun (kadus) Pasir Talaga Desa Cicadas sudah menjadi kewajibannya untuk membantu warganya, namun jika tidak santunan sari pihak lain ia juga harus mengeluarkan biaya operasional sendiri saat mendampingi Susan perawatan di Bandung.

“Seperti sebelumnya kan, 23 hari dibandung, biaya pengobatan bisa terbantu dari santunan para kerabat dan rekan Susan, tetapi untuk pendamping selama hidup disana bagaimana, saya mewakili keluarga berharap sih pemerintah bisa mengcover biaya pengobatannya sampai tuntas,” harap Opi.

Opi tak menyalahkan pernyataan dari Ketua Komite Nasional (Komnas) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Safari, yang menyatakan bahwa gejala yang dialami oleh Susan Atela (31) seorang guru honorer di Kabupaten Sukabumi itu bukan akibat dari vaksinasi Covid-19 melainkan menderita Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Namun lebih berharap semua pihak terutama pemerintah lebih fokus kepada biaya pengobatan, karena mau tidak mau sakit Susan ini terjadi setelah mengikuti vaksinasi.

“Saya bukan menolak pernyataan dari Komnas KIPI, tapi saya selaku keluarga belum menerima secara langsung pernyataan tersebut,” timpalnya.

Saat ini Opi beserta keluarga tengah membawa Susan Atela untuk menjalani rawat jalan kembali di RSUD Hasan Sadikin Bandung.

“Kita sedang membawa Susan untuk rawat jalan ke RSUD Hasan Sadikin, untuk transportasi kita dibantu dan didampingi oleh perawat dari Puskesmas Cisolok,” tandasnya.

Tim Mypalabuhanratu.com / Kharis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru