by

Pasca Dilegalkan, Nelayan Cisolok Keluhkan Sulitnya Mencari Benur

Bagikan

Mypalabuhanratu.com – Pasca dilegalkannya ekspor benih lobster (benur) oleh Kementerian KKP, nelayan di Cisolok Kabupaten Sukabumi keluhkan sulitnya mencari benur.

Hal tersebut diakibatkan oleh faktor cuaca serta belum tibanya musim benur di wilayah perairan Cisolok Palabuhanratu.

Endang Bentang, salah satu pengepul benur di Pajagan menceritakan, dari mulai benur dilegalkan, sampai saat ini para nelayan masih belum dapat hasil, karena masih sulit mencari benur.

“Sebelum dilegalkan benur itu banyak sekali, melimpah disini, pas udah dilegalkan sekitar bulan Mei 2020 lalu, malah susah,” katanya.

Menurut data yang diperoleh dilapangan, sekitar 60 persen nelayan di Cisolok lebih tertarik mencari benur dari pada jenis ikan lainnya.

Harga benih lobster sendiri bervariasi, tergantung jenisnya, para nelayan biasanya menjual ke pengepul dengan kirasan harga 10.000 sampai 12.000 Rupiah.

“Masalah harga itu berubah-rubah setiap harinya, dan tergantung pada jenis benihnya itu sendiri, ada jenis lobster pasir dan mutiara,” ungkapnya.

Saat ditanya tim mypalabuhanratu.com, Rabu (15/07/2020) mengenai rencana kerjasama dengan perusahaan eksportir benur yang lebih besar, Bentang menjawab saat ini ia bersama dengan nelayan masih menunggu musim benur tiba.

“Belum ada rencana, sekarang kita hanya berharap baby lobster segera melimpah itu saja,” pungkasnya.

Tim mypalabuhanratu.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya