by

Di Kampung Wisata Hanjeli, Mantan Buruh Migran Jadi Tour Guide Berkelas Internasional

Bagikan

Mypalabuhanratu.com – Adalah Mrs Wati, mantan buruh migran yang sangat berperan aktif dalam pengembangan Kampung Wisata Hanjeli di Desa Waluran Mandiri Kecamatan Waluran Kabupaten Sukabumi.

Kehadiran Mrs. Wati sebagai Tour Guide yang mahir dalam berbahasa asing memberikan warna yang berbeda bagi Kampung Wisata Hanjeli,

Di Desa Wisata Hanjeli, para pengunjung akan dipandu oleh Mrs. Wati, karena memang tugas pokoknya sebagai pemandu wisata dan tenaga riset.

Menurut Asep Hidayat, founder Kampung Wisata Hanjeli, Kampung Wisata Hanjeli sudah memberikan porsi bagi pemberdayaan perempuan, salah satunya dengan memberdayakan mantan buruh migran sepertihalnya Mrs. Wati dan 2 orang mantan buruh migran lainnya.

“Ini bagian dari program pemberdayaan masyarakat khususnya untuk kaum perempuan, biar lebih berdaya,” kata Abah Asep, sapaan akrab Asep Hidayat kepada Mypalabuhanratu.com, Selasa (14/07/2020).

Mrs. Wati itu, lanjut Bah Asep, sangat fasih dalam berbahasa asing, seperti bahasa Inggris, Arab, dan Kantonis sehingga jika ada tamu dari mancanegara kami tidak kesulitan.

“Ini jaminan bahwa kami di Kampung Wisata Hanjeli ini memberdayakan SDM dengan standar nasional dan internasional dari segi bahasa,” tambahnya.

Mrs. Wati sendiri direkrut oleh Abah Asep sejak awal merintis Kampung Wisata Hanjeli sekitar 3 tahun yang lalu.

“Ada sebagian orang yang menganggap bahwa buruh migran tidak memiliki skill, sehingga pekerjaannya hanya biasa saja, padahal setiap orang punya skill yang luar biasa apabila diasah dan belajar dengan tekun,” paparnya.

Kendati masih banyak Pekerjaan Rumah dalam mengembangkan kampung Wisata Hanjeli, Abah Asep sendiri memiliki rasa tanggung jawab moral untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan, terutama mantan buruh migran.

“Alhamdullilah, para mantan buruh migran disini bisa kami berdayakan sesuai kemampuan masing-masing, ada yang dibidang rumah baca sauyunan, rumah aksesoris hanjeli, memasak dan bidang lainnya,” ungkapnya.

Asep berharap, para buruh migran terseut bisa berdaya dan tetap mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan potensi yang ada di Kampung Wisata Hanjeli.

“Jika ada pelatihan dan pendampingan dari para pemangku kebijakan, saya rasa ini bisa menjadi potensi besar bagi para perempuan mantan buruh migran di Kabupaten Sukabumi umumnya, ya khususnya disini,” pungkasnya.

Tim Mypalabuhanratu.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya