by

Guru Honorer SD Yang Rumahnya Terbakar Di Cikakak, Dapat Motor Dari MKKS Kabupaten Sukabumi

Bagikan

Mypalabuhanratu.com – Uyandi, guru honorer di Kecamatan Cikakak yang rumahnya terbakar, mendapat bantuan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA DAN SMK se Kabupaten Sukabumi berupa satu unit sepeda Motor baru, Rabu (24/06/2020).

Sepeda motor tersebut diberikan langsung Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawabarat, Nonong Winarni bersama Ketua MKKS SMA Kabupaten Kabupaten Sukabumi, Mumuh di Kampung Babakan Bungur Panguyangan, Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak yang merupakan tempat lokasi dari rumah Uyandi yang terbakar.

Penyerahan Kelengkapan surat-surat Sepeda Motor

Nonong Winarni, mengatakan, bantuan sepeda motor tersebut merupakan bentuk kepedulian para Kepala Sekolah kepada Uyandi karena motor milik Uyandi ikut terbakar dalam peristiwa kebakaran tersebut.

“Ini merupakan kepedulian kami baik dari Dinas beserta para Kepala Sekolah SMA da SMK se Kabupaten Sukabumi untuk Pak Uyandi yang mengalami musibah kebakaran beberapa waktu yang lalu, dan motor untuk pergi mengajarnya terbakar, jadi kami kesini untuk memberikan secara langsung,” ujarnya kepada awak media.

Penyerahan sepeda motor untuk Guru Honorer Kecamatan Cikakak / Kharis Kustiawan.

Kami, lanjut Nonong, mengetahui informasi Pak Uyandi ini kena musibah dari media sosial, karena cepat menyebar dan dari laporan MKKS, kebetulan kantor kami kan di Sukabumi.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit mengurangi beban beliau dan menjadi semangat untuk terus mengabdi,” pungkasnya.

Selain menyerahkan sepeda motor, Nonong juga memberikan bantuan berupa sembako dan nasi bungkus untuk warga setempat dari Jabar Bergerak melalui program Gasibu.

Penyerahan sepeda motor tersebut disaksikan juga oleh para Kepala Sekolah SMA dan SMK se Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Uyandi yang sehari-harinya mengabdi menjadi guru honorer di SDN Linggar Jati dan SMPN Satu Atap Cikakak, mengaku sangat terharu atas kejutan yang diberikan MKKS dan KCD.

“Ternyata rekan-rekan guru itu sangat luar biasa, tak memandang jenjang SD, SMP, dan SMA, saya sangat berterimakasih sekali, semoga semua guru dilimpahkan rezeki dan keberkahan,” ungkapnya.

Uyandi juga mengatakan, kebakaran yang menimpanya itu terjadi pada tanggal 7 Juni 2020 yang lalu, akibat konsleting listrik dari kabel televisi, sehingga menyebabkan rumah beserta isinya habis dilalap si jago merah, termasuk sepeda motornya.

“Kejadiannya sangat cepat sekali, 15 menit sudah habis semua, dan yang tersisa hanya baju yang menempel dibadan saja,” ceritanya.

Puing – puing rerutuhan rumah Uyandi sekarang sudah diratakan dengan tanah, hal itu sesuai saran dari kasepuhan adat sebagai cara untuk menghilangkan rasa trauma bagi Uyandi dan keluarga.

“Sekarang mah diratakan dengan tanah, biar mengurangi rasa trauma kata Abah Kasepuhan Adat,” tandasnya.

Tim mypalabuhanratu.com / Kharis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya