by

Berawal Dari Iseng, Tulisan Tukang Mie Ayam Di Palabuhanratu Dipinang Penerbit Surabaya

Bagikan

Mypalabuhanratu.com – Adalah Chandra Ginanjar (31), salah satu penulis novel asal Palabuhanratu yang sehari-harinya mencari nafkah dengan menjadi tukang mie ayam di pertigaan Sukawayana, Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi.

Ia tak menyangka kalau tulisannya yang dipublish di grup media sosial (medsos) Facebook akan dipinang oleh penerbit buku dari Surabaya.

Menurut Chandra, awalnya ia hanya iseng masuk ke grup Komunitas Belajar Menulis (KBM) dan menjadi silent reader, kemudian perlahan minat untuk menulis menjadi timbul dengan sendirinya.

Saat ditanya oleh mypalabuhanratu.com, Selasa, (9/06/2020) ia mengaku hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) dan benar-benar tak pernah terpikirkan sebelumnya untuk bisa menulis seperti sekarang ini.

“Sebenarnya ini berawal dari iseng karena sering membaca cerita pendek (Cerpen), terutama cerpen dengan genre humor, obat galau gitu, hehehe,” ujarnya saat ditanya melalui jejaring WhatsApp oleh Mypalabuhanratu.com.

Waktu itu, sambung Chandra, tahun 2018 saya masuk Komunitas Bisa Menulis (KBM) di Facebook, tetapi hanya sebagai pembaca cerpen yang lucu-lucu saja, dan jangankan dengan penulis, sesama anggota pun saya belum pada kenal waktu itu.

“Ya digrup itu saya ngga terpikir sedikitpun untuk jadi penulis, karena jujur, waktu itu menulis bukanlah kapasitas saya, jangankan mengenal dunia literasi dan penulisan, nyimpen titik dan koma aja kagak tahu,” ungkapnya.

Setahun kemudian, tepatnya di Bulan Oktober 2019, Chandra mulai memberanikan diri untuk menulis, dan membagikannya di grup medsos KBM, meski banyak bully dan kritikan ia tetap semangat berkarya.

“Ha ha ha, ancur banget tulisan saya waktu itu, kira-kira tahun 2019 saya buat tulisan pertama di KBM, wahh banyak kritikan, yang bully apalagi,” ungkapnya sambil tertawa mengingat cerita saat awal ia menulis.

“Saat itu saya hanya ingin bisa menulis, kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak, nah mulai saat itu saya mulai aktif menulis di KBM,” tegas Chandra.

Di KBM, Chandra mempunyai nama panggilan yaitu Om Ninu-ninu, julukan tersebut ia dapatkan ketika ada seorang penulis yang memposting cerita yang sangat menyedihkan, saat itu ia hanya membuat ulasan dari penulis tersebut.

“Ada seorang penulis yang menuliskan kata ninu-ninu saat menirukan suara Ambulance, selang berapa jam saya menuliskan tentang suara Ambulance yang menggelitik itu, dan cukup ramai responnya, nah entah siapa yang mengawali, dari situlah saya dipanggil Om Ninu ninu,” bebernya.

Beberapa event menulis sudah diikuti oleh Om ninu ninu, seperti event sepuluh hari menulis kisah Inspirasi yang diadakan di KBM, kemudian menulis cerita bersambung (cerbung) selama 30 hari yang diadakan grup Lovrinz and Friends, dan ia masuk dalam nominasi sepuluh besar.

“Sejak saat itu saya sangat tertarik menggeluti dunia literasi, dunia yang tak kalah menantang untuk saya,”

“Kalau saya yang hanya lulusan SD bisa, kenapa temen-temen yang lain tak bisa, dunia literasi itu sangatlah luas dan menarik,” tandasnya.

Novel pertama yang sudah diluncurkan oleh Chandra melalui penerbit asal Kota Surabaya Jawa Timur, berjudul Fans Radio, yang berdasarkan ceritanya, novel itu diambil dari sebuah kisah nyata.

Tim mypalabuhanratu.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya