by

Solusi Pangan Mandiri Ditengah Pandemi Covid-19 Dengan Hidroponik

Bagikan

Mypalabuhanratu.com – Wabah Corona Virus (Covid-19) berdampak begitu besar bagi kehidupan manusia di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Hampir seluruh sendi perekonomian ditengah masyarakat terkena dampak bahkan sebagian ada yang lumpuh akibatnya.

Berbagai cara banyak dilakukan masyarakat untuk dapat bertahan dalam situasi yang tak menentu sekarang ini, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pokok seperti bahan makanan.

Salah satu warga di Kampung Cibarehong Kecamatan Surade, Conan Sutisna mencoba membuat pola ketahanan pangan mandiri untuk keluarga dengan bercocok tanam sayuran pola hidroponik.

Menurut Sutisna, awalnya ia mengetahui cara penanaman sayuran dengan hidroponik tersebut dari rekannya, kemudian setelah mencoba ia merasakan hasilnya sendiri.

“Awalnya saya diperkenalkan pola tanam dengan hidroponik ini dari Abah Asep Hanjeli, ternyata ini benar-benar sangat bermanfaat,” ungkapnya kepada mypalabuhanratu.com, Sabtu (16/05/2020).

Lebih lanjut Sutisna menambahkan, pola tersebut bisa dipakai diberbagai tempat, dan bisa memanfaatkan pekarangan – pekarangan rumah yang tidak terpakai.

“Jadi program ini sebenarnya dikenal dengan nama “Pirus” yaitu pipir (ruang kosong rumah bagian samping dan belakang) diurus, sehingga pemanfaatan ruang kosong atau pekarangan rumah yang tak terpakai untuk dijadikan sesuatu yang lebih produktif,” tambahnya.

Dengan pola hidroponik, menurut Sutisna dianggap lebih hemat air karena tidak menggunakan media tanam berupa tanah, kemudian tanaman yang dihasilkan juga tidak mengandung zat pestisida sehingga sayuran hasil dari pola hidroponik lebih sehat untuk dikonsumsi.

“Ini sama sekali tidak menggunakan pupuk atau pestisida, jadi tanaman hanya diberikan air di campur nutrisi organik sehingga sangat sehat,” jelasnya.

Saat tim mypalabuhanratu.com berkunjung ke tempatnya, terlihat beberapa tanaman sayur yang siap panen, seperti pakcoy, seledri, bayam merah dan kangkung, semua tumbuh begitu subur dan ukurannya cukup besar.

Untuk sirkulasi air di kebun hidroponik nya, Sutisna menggunakan listrik tenaga surya, hal itu dilakukan karena di daerahnya sering terjadi pemadaman listrik yang menyebabkan terganggunya sirkulasi air di kebunnya.

“Disini kan sering padam aliran listriknya, jadi sirkulasi air di kebun terganggu, nah akhirnya saya gunakan listrik tenaga surya yang saya rakit sendiri, karena sirkulasi air adalah kunci utama keberhasilan pola hidroponik ini,” tandasnya.

Tim mypalabuhanratu.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya